Implementasi Pengamanan Aplikasi Web Lokal dan Konfigurasi Virtual Hard Disk (VHD) pada Windows Server 2003
Nama : Cenda Destina
NIM : 231011701334
Kelas : 06SIFP012
1. Saat membuka atau mengekstrak
file di dalam folder jasa.zip,
Windows akan otomatis menampilkan jendela "Enter password" karena file tersebut
dalam kondisi terenkripsi. Silakan masukkan kata sandi yang benar pada kolom
yang tersedia, lalu klik OK
untuk melanjutkan proses ekstraksi.
2. Setelah berhasil diekstrak,
pindahkan folder hasil ekstraksi tersebut (dalam contoh ini folder jasa)
ke dalam direktori server lokal XAMPP, yaitu di direktori C:\xampp\htdocs.
Langkah ini dilakukan agar source
code atau website tersebut dapat dijalankan dan diakses melalui browser lokal.
3. Setelah folder proyek berada di
direktori htdocs, langkah selanjutnya adalah mengaktifkan server lokal. Buka XAMPP
Control Panel, lalu klik tombol Start pada modul Apache dan MySQL.
Pastikan kedua modul tersebut berubah warna menjadi hijau, yang menandakan
server web dan database telah aktif dan berjalan di latar belakang.
Sekarang, website sudah siap diakses melalui browser.
4. Selanjutnya, buka browser dan
akses localhost/phpmyadmin
untuk membuat basis data baru. Pilih menu Basis data, lalu pada kolom Buat basis data, ketikkan nama database yang
diinginkan (misalnya cenda_destina).
Setelah nama diisi, klik tombol Buat
untuk memproses pembuatan database baru tersebut.
5. Setelah database berhasil dibuat, halaman phpMyAdmin akan menampilkan database yang masih kosong dengan keterangan "Tidak ada tabel yang ditemukan di database."
6. Pilih menu Impor pada phpMyAdmin. Selanjutnya, klik tombol Choose File, kemudian pilih file jasa.sql yang akan diimpor ke dalam database cenda_destina. Pastikan pengaturan karakter berkas menggunakan utf-8, lalu gulir ke bagian bawah halaman dan klik tombol Impor. Setelah proses impor selesai, tabel beserta seluruh data yang terdapat pada file .sql akan otomatis ditambahkan ke dalam database.
7. Setelah tombol Impor dipilih, sistem akan memproses file jasa.sql dan menampilkan notifikasi "Impor telah selesai" apabila proses berhasil. Pada halaman yang sama juga akan ditampilkan daftar perintah SQL yang telah dijalankan beserta hasil eksekusinya. Munculnya pesan tersebut menandakan bahwa seluruh struktur tabel dan data dari file .sql telah berhasil diimpor ke dalam database cenda_destina.
8.
Selanjutnya, buka file koneksi.php
menggunakan Visual Studio Code
untuk melakukan konfigurasi koneksi database. Sesuaikan nilai pada variabel $password
dengan password MySQL yang digunakan (jika tidak menggunakan password, biarkan
kosong), kemudian ubah nilai pada variabel $database
menjadi cenda_destina
sesuai dengan nama database yang telah dibuat sebelumnya. Setelah konfigurasi
selesai, simpan perubahan agar aplikasi dapat terhubung dengan database
menggunakan pengaturan yang benar.
9. Setelah konfigurasi koneksi database selesai,
jalankan aplikasi melalui browser dengan mengakses alamat http://localhost/jasa/.
Sistem akan menampilkan halaman Login Admin
yang berisi kolom Username dan Password.
10. Apabila akun admin belum dapat digunakan untuk login karena password tidak diketahui, buka tabel user pada database melalui phpMyAdmin, kemudian pilih menu Ubah/Edit pada data pengguna. Selanjutnya, ubah metode enkripsi pada kolom password menjadi MD5, lalu isi nilai password dengan 12345. Pada kolom nama, sesuaikan nama pengguna sesuai kebutuhan (misalnya menjadi Cenda Destina). Setelah semua perubahan selesai dilakukan, klik tombol Kirim untuk menyimpan data. Dengan demikian, akun admin dapat digunakan untuk login menggunakan username yang tersedia pada database dan password 12345.
11. Setelah data berhasil diperbarui, phpMyAdmin akan menampilkan notifikasi "1 baris terpengaruh" yang menandakan bahwa perubahan telah berhasil disimpan. Pada tabel user juga terlihat bahwa data pengguna telah diperbarui, yaitu username tetap udin, password telah tersimpan dalam bentuk hash MD5 (hasil enkripsi dari password 12345), dan kolom nama telah berubah menjadi Cenda Destina. Dengan konfigurasi tersebut, akun admin sudah siap digunakan untuk melakukan login ke dalam aplikasi menggunakan username: udin dan password: 12345.
12. Setelah akun admin berhasil diperbarui,
kembali ke halaman Login
Admin melalui alamat http://localhost/jasa/.
Masukkan username sesuai data pada
tabel user, yaitu udin, kemudian masukkan password 12345 pada kolom Password.
Setelah seluruh data diisi dengan benar, klik tombol Login untuk masuk ke dalam aplikasi. Jika proses
autentikasi berhasil, sistem akan mengarahkan pengguna ke halaman utama (dashboard)
aplikasi.
13. Setelah proses login berhasil, sistem akan menampilkan halaman utama (Dashboard Admin). Pada halaman ini, admin dapat melihat pesan selamat datang yang menandakan bahwa proses autentikasi telah berhasil. Selain itu, tersedia menu navigasi seperti Beranda, Transaksi, Laporan, dan Data Master yang dapat digunakan untuk mengelola data pada aplikasi jasa cuci. Tampilan dashboard ini menunjukkan bahwa aplikasi telah berhasil terhubung dengan database dan siap digunakan sesuai dengan hak akses admin.
14. Untuk melakukan personalisasi tampilan aplikasi, buka file index.php menggunakan Visual Studio Code, kemudian cari bagian teks "Nama Anda" pada halaman login. Ubah teks tersebut menjadi nama masing-masing pengguna atau pengembang aplikasi (misalnya Cenda Destina), kemudian simpan perubahan yang telah dilakukan. Setelah aplikasi dijalankan kembali, halaman Login Admin akan menampilkan nama yang telah disesuaikan sehingga identitas pemilik atau pengembang aplikasi dapat ditampilkan pada form login.
15.
Setelah perubahan disimpan, jalankan kembali aplikasi melalui browser dengan
mengakses http://localhost/jasa/.
Halaman Login Admin akan
ditampilkan dengan identitas yang telah diperbarui, di mana teks "Nama Anda" telah berubah
menjadi "Cenda Destina"
sesuai dengan nama yang telah diatur pada file index.php. Perubahan ini menunjukkan bahwa proses
personalisasi tampilan login berhasil diterapkan tanpa mengubah fungsi utama
aplikasi.
16.
Selanjutnya, tekan kombinasi tombol Windows + R pada keyboard untuk membuka jendela Run. Pada kolom Open, ketik perintah cmd,
kemudian klik tombol OK atau tekan
Enter. Langkah ini dilakukan untuk
membuka Command Prompt (CMD) yang
akan digunakan dalam proses konfigurasi atau pengujian aplikasi pada tahap
berikutnya.
17.
Setelah Command Prompt
(CMD) terbuka, masuk ke direktori penyimpanan aplikasi dengan mengetik
perintah cd
C:\xampp\htdocs\jasa kemudian tekan Enter. Selanjutnya, jalankan perintah attrib +R
index.php untuk mengubah atribut file index.php menjadi Read-only.
Perintah tersebut berfungsi untuk memberikan perlindungan pada file agar tidak
dapat diubah secara tidak sengaja, sehingga membantu menjaga integritas file
utama aplikasi. Jika tidak muncul pesan kesalahan setelah perintah dijalankan,
berarti proses telah berhasil dilakukan.
18. Setelah atribut Read-only diterapkan pada file index.php, coba lakukan perubahan pada file tersebut menggunakan Visual Studio Code. Saat menyimpan perubahan, editor akan menampilkan notifikasi bahwa file tidak dapat disimpan karena bersifat read-only (Failed to save 'index.php': File is read-only). Pesan tersebut menunjukkan bahwa pengamanan file telah berhasil diterapkan, sehingga isi file tidak dapat dimodifikasi sebelum atribut Read-only dihapus.
19. Selanjutnya, buka aplikasi Oracle VirtualBox Manager, kemudian pilih mesin virtual Server2003 yang akan dikonfigurasi. Setelah itu, klik tombol Settings pada toolbar untuk membuka jendela pengaturan mesin virtual. Melalui menu ini, pengguna dapat melakukan konfigurasi perangkat keras virtual, termasuk menambahkan atau mengatur Virtual Hard Disk (VHD) yang akan digunakan oleh sistem operasi Windows Server 2003.
20. Setelah jendela Settings terbuka, pilih menu Storage pada panel sebelah kiri. Pada bagian Controller: IDE akan ditampilkan daftar media penyimpanan virtual yang terpasang pada mesin virtual. Untuk menambahkan Virtual Hard Disk (VHD) baru, klik ikon Add Hard Disk (bergambar hard disk dengan tanda tambah) yang berada di sisi kanan bagian Storage Devices. Langkah ini digunakan untuk menambahkan media penyimpanan virtual yang nantinya akan dikonfigurasi dan digunakan oleh sistem operasi Windows Server 2003.
21. Pada jendela Hard Disk Selector, klik tombol Create untuk membuat Virtual Hard Disk (VHD) baru. Opsi ini digunakan apabila pengguna ingin menambahkan media penyimpanan virtual yang belum tersedia. Setelah tombol Create dipilih, VirtualBox akan menampilkan panduan pembuatan hard disk virtual, di mana pengguna dapat menentukan format file, jenis penyimpanan, lokasi penyimpanan, serta kapasitas hard disk sesuai dengan kebutuhan mesin virtual Windows Server 2003.
22. Pada jendela Create Virtual Hard Disk, tentukan lokasi penyimpanan file hard disk virtual pada bagian Hard Disk File Location and Size. Selanjutnya, pilih format VHD (Virtual Hard Disk) pada bagian Hard Disk File Type and Format, kemudian atur kapasitas penyimpanan sesuai kebutuhan (misalnya 15 GB). Setelah seluruh pengaturan selesai dilakukan, klik tombol Finish untuk membuat Virtual Hard Disk (VHD) baru. Jika proses berhasil, file VHD akan otomatis ditambahkan ke daftar media penyimpanan virtual dan siap digunakan pada mesin virtual Windows Server 2003.
23. Setelah Virtual Hard Disk (VHD) berhasil ditambahkan ke mesin virtual, kembali ke jendela utama Oracle VirtualBox Manager. Pastikan mesin virtual Server2003 telah dipilih, kemudian klik tombol Start pada toolbar untuk menjalankan mesin virtual.
24. Setelah mesin virtual Windows Server 2003 berhasil dijalankan, buka jendela Run dengan menekan kombinasi tombol Windows + R. Pada kolom Open, ketik perintah diskmgmt.msc, kemudian klik tombol OK atau tekan Enter. Perintah ini digunakan untuk membuka utilitas Disk Management, yang berfungsi untuk mendeteksi, menginisialisasi, memformat, dan mengelola Virtual Hard Disk (VHD) yang telah ditambahkan sebelumnya. Langkah ini merupakan tahap awal sebelum Virtual Hard Disk (VHD) dapat digunakan sebagai media penyimpanan pada sistem operasi.
25. Setelah jendela Disk Management terbuka, sistem akan menampilkan Disk 2 sebagai media penyimpanan baru dengan status Unknown dan Not Initialized. Klik kanan pada Disk 2, kemudian pilih menu Initialize Disk untuk memulai proses inisialisasi. Langkah ini diperlukan agar Virtual Hard Disk (VHD) dapat dikenali oleh sistem operasi Windows Server 2003 sehingga dapat dikonfigurasi dan digunakan sebagai media penyimpanan.
26. Setelah memilih menu Initialize Disk, akan muncul jendela Initialize Disk yang menampilkan daftar disk yang akan diinisialisasi. Pastikan Disk 2 dalam keadaan tercentang, kemudian klik tombol OK untuk memulai proses inisialisasi. Setelah proses selesai, status Disk 2 akan berubah menjadi Online.
27. Setelah proses inisialisasi selesai, Disk 2 akan menampilkan ruang penyimpanan berstatus Unallocated. Klik kanan pada area Unallocated tersebut, kemudian pilih menu New Partition. Langkah ini dilakukan untuk melanjutkan konfigurasi Virtual Hard Disk (VHD) agar dapat diformat dan digunakan sebagai media penyimpanan data pada sistem operasi Windows Server 2003.
28. Setelah memilih menu New Partition, akan muncul jendela Welcome to the New Partition Wizard sebagai panduan konfigurasi Virtual Hard Disk (VHD). Halaman ini hanya berisi informasi mengenai proses yang akan dilakukan. Untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, klik tombol Next.
29. Pada tahap Select Partition Type, pilih opsi Primary partition, kemudian klik tombol Next untuk melanjutkan ke tahap penentuan ukuran penyimpanan.
30.
31. Pada tahap Assign Drive Letter or Path, pilih opsi Assign the following drive letter, kemudian tentukan huruf drive sesuai kebutuhan. Pada implementasi ini dipilih huruf drive F: sebagai identitas Virtual Hard Disk (VHD). Setelah huruf drive ditentukan, klik tombol Next untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
32. Pada tahap Format Partition, pilih opsi Format this partition with the following settings, kemudian biarkan File System menggunakan NTFS dan Allocation Unit Size menggunakan Default. Selanjutnya, ubah nilai pada kolom Volume Label sesuai dengan identitas yang diinginkan. Pada implementasi ini, Volume Label diubah menjadi Cenda Destina. Setelah seluruh pengaturan selesai dilakukan, klik tombol Next untuk melanjutkan proses pembuatan pada Virtual Hard Disk (VHD).
33. Pada tahap Completing the New Partition Wizard, sistem akan menampilkan ringkasan seluruh konfigurasi Virtual Hard Disk (VHD) yang telah dipilih, meliputi ukuran penyimpanan, huruf drive, sistem berkas (NTFS), serta Volume Label yang telah diatur menjadi Cenda Destina. Pastikan seluruh konfigurasi telah sesuai, kemudian klik tombol Finish.
34. Setelah tombol Finish dipilih, sistem akan mulai melakukan proses formatting pada Virtual Hard Disk (VHD). Pada jendela Disk Management, status Virtual Hard Disk (VHD) akan berubah menjadi Formatting disertai dengan persentase progres yang menunjukkan bahwa proses sedang berlangsung. Tunggu hingga proses formatting selesai sepenuhnya.
35. Setelah proses formatting selesai, media penyimpanan tersebut akan ditampilkan pada jendela Disk Management dengan status Healthy. Media penyimpanan tersebut telah menggunakan sistem berkas NTFS, memiliki huruf drive F:, serta Volume Label Cenda Destina sesuai dengan konfigurasi yang telah ditentukan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa Virtual Hard Disk (VHD) telah berhasil dibuat dan siap digunakan sebagai media penyimpanan tambahan pada Windows Server 2003.